Kami Harap Disabilitas Dapat Kesempatan yang Setara Mendobrak Batas Dapat Sambutan Baik Grab

Menjunjung semangat dalam merayakan Hari Disabilitas Internasional, aplikasi serba bisa terdepan di Asia Tenggara, Grab, meluncurkan program peningkatan kapabilitas bagi penyandang disabilitas bertajuk ‘Grab Mendobrak Batas: Peluang Ekonomi Digital Bagi Penyandang Disabilitas’, secara virtual pada Selasa (1/12/2020). Program ini pun mendapatkan sambutan hangat dan pujian dari berbagai pihak, salah satunya Semuel Abrijani Pangerapan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang turut hadir dalam acara tersebut. “Dalam transformasi digital, no one left behind . Pembangunan ekonomi digital inklusif, untuk semua orang, tidak terkecuali bagi mereka yang mempunyai ‘ different ability , Difabel’. Program yang dilakukan Grab, adalah bagian dari perwujudan yang saya sebutkan di atas. Apalagi ini dilakukan di masa pandemi COVID 19. Untuk itu kami mengapresiasi dan menyambut baik program yang dilakukan oleh Grab Indonesia yang memberi peluang bagi anak bangsa yang memiliki different ability untuk menjadi mitra Grab. Kami berharap program ini bisa dirasakan dampak positifnya. Dari Kominfo pun akan ikut andil dalam program ini untuk memberikan pelatihan literasi digital agar difabel bisa memperoleh pengetahuan ekonomi digital yang memadai,” ujar Samuel.

Hadir dalam kesempatan yang sama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil mengungkapkan jika Pandemi COVID 19 ini telah memberikan kerentanan pendapatan bagi masyarakat terutama pada para penyandang disabilitas yang mana mereka lebih rentan terhadap hal ini. “Beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah antara lain perbaikan proses pendataan penyandang disabilitas agar kebijakan yang diambil tepat sasaran, perluasan jaringan pengamanan sosial agar lebih terbuka terhadap penyandang disabilitas, dan memberikan pelatihan untuk memanfaatkan peluang digitalisasi untuk meningkatkan perekonomian para penyandang disabilitas,” ujar Atalia. Menurutnya hal ini penting karena digitalisasi merupakan hal yang krusial dilakukan oleh para wirausaha saat ini.

“Oleh karena itu, saya juga ingin mengapresiasi Grab yang telah menjadi platform inklusif yang dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo RI untuk mengakomodasi para penyandang disabilitas dalam memberikan pelatihan pengembangan ekonomi,” ujar Atalia. Kepedulian Grab terhadap para penyandang disabilitas pun membuahkan hasil. Mira Ratnawulan, mitra pengemudi GrabBike, Disabilitas Tuli, mengaku sangat nyaman dan senang setelah bergabung menjadi mitra Grab. “Saat mendengar bahwa Grab membuka lowongan untuk mitra pengemudi Tuli, saya langsung mendaftar karena saya ingin memiliki penghasilan mandiri untuk menghidupi saya dan keluarga. Tentunya saya sangat terbantu dengan adanya Grab yang telah memberikan kesempatan untuk saya bisa bergabung dan memiliki penghasilan sendiri,” ujar Mira.

Selain itu, Gilang Rizky Hendrayana, Mitra Agen GrabKios, Disabilitas Netra juga sangat semangat bisa ikut dalam program pelatihan ini. “Saya senang sekali ada program seperti ini dari Grab, Konekin dan juga Kementerian Kominfo. Saya berharap dengan mengikuti pelatihan ini saya bisa terus berkembang dan dapat meningkatkan kemampuan dan wawasan saya untuk mendapatkan penghasilan secara mandiri. Terlebih lagi, saya juga sangat bersemangat untuk bisa mempelajari lebih jauh tentang GrabKios, agar saya bisa langsung memanfaatkan fitur fitur yang ada untuk memulai usaha saya memasarkan berbagai produk digital kepada komunitas sekitar saya,” ujar Gilang. Menurut Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi sebagai platform yang inklusif, Grab telah mengakomodasi lebih dari 200 penyandang disabilitas sebagai mitra di Indonesia.

“Dan pada program ini kami akan memberdayakan penyandang disabilitas ke platform GrabKios kami. Hal ini tentunya tidak membuat kami puas dan berhenti, namun terus menjadi motivasi kami agar dapat menjangkau lebih banyak lagi penyandang disabilitas untuk tumbuh dan merasakan manfaat ekonomi digital yang setara,” tutup Neneng. Program ini juga menjadi bagian dari inisiatif digitalisasi UMKM #TerusUsaha yang diperkenallan Grab pada Juni lalu. Melalui inisiatif ini, Grab telah menghadirkan lebih dari 40 program dan inisiatif untuk mendigitalisasi puluhan ribu UMKM bisa beradaptasi dan bertahan di tengah pandemi.

Dari awal pandemi hingga sekarang, Grab sudah mendigitalisasi lebih dari 450.000 UMKM baru dari seluruh Indonesia.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *