Layanan Kesehatan Mental di Asia Tenggara Masih susah Diakes Hari Kesehatan Mental Dunia 2020

Organisasi kesehatan dunia atau WHO merilis Hari Kesehatan Mental Dunia 2020 yang bertepatan dengan mewabahnya Covid 19. Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara, Dr Poonam Khetrapal Singh mengatakan, semua orang membutuhkan akses pelayanan kesehatan mental yang berkualitas dan perawatan yang efektif. Sebuah studi menunjukan pula ada 3 juta orang meninggal setiap tahun karena penggunaan alkohol serta bunuh diri yang terjadi setiap 40 detik.

"Sebagian besar kondisi kesehatan mental dapat ditangani secara efektif dengan biaya yang relatif murah. Namun lebih dari seperempat populasi dunia tinggal di negara di mana hanya ada satu psikiater untuk setiap 100.000 orang," kata Dr.Poonam. Sementara, di wilayah Asia Tenggara, empat dari setiap lima orang yang membutuhkan layanan kesehatan mental tidak mampu untuk mengaksesnya. Dengan meningkatkan investasi dalam perawatan kesehatan mental yang berkualitas, maka secara dapat signifikan meningkatkan kesehatan mental, kesejahteraan, dan ketahanan.

"Mengingat besarnya dampak sosial dan ekonomi COVID 19, negara dan mitra harus bertindak dengan cepat dan skala untuk mengamankan dan menerapkan dana yang diperlukan, seperti yang digarisbawahi oleh tema kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini," tuturnya lagi. WHO berharap agar negara di seluruh dunia dapat membuka lebar akses perawatan kesehatan mental terlebih meluasnya dampak sosial dan ekonomi dari Covid 19. Termasuk kebutuhan kritis obat obatan psikiatri, yang mengalami gangguan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental. WHO akan terus memberikan dukungan penuhnya kepada negara dan mitranya untuk memperkuat penyediaan pelayanan dan perawatan mental sesuai kebutuhan selama COVID 19. "Kita harus memanfaatkan Hari Kesehatan Mental Sedunia ini mempercepat kemajuan dalam memastikan semua orang dapat mengakses perawatan dan perawatan kesehatan mental efektif yang mereka butuhkan untuk tetap sehat, baik, dan tangguh." "Untuk sebuah masa depan sosial dan ekonomi yang lebih sehat, lebih berkelanjutan, bersama sama kita harus bertindak dan berinvestasi sekarang," jelas Dr.Poonam.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *