Bisnis

SKK Migas Siap Gelar Forum Gabungan Hulu Migas Diikuti 10 Ribu Peserta

Posted On
Posted By admin

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan menggelar Forum Gabungan Hulu Migas atau 2020 International Convention on Upstream Oil and Gas Indonesia (IOG 2020) secara online 2 4 Desember. Event ini mengawal keberlangsungan realisasi target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan gas 12 milyar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030. Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman selaku Ketua Steering Committee IOG 2020 mengatakan, forum ini dilaksanakan untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan agar memiliki pemahaman yang sama terkait visi jangka panjang SKK Migas. Komitmen dari para pemangku kepentingan untuk mendukung dan mewujudkan industri hulu migas sebagai pilar utama pembangunan dan ekonomi nasional menjadi kunci penting. “Kami berharap visi SKK Migas ini menjadi visi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan yang berada di industri hulu migas. Tidak mungkin SKK Migas berjalan sendirian," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Forum IOG 2020 bertujuan mengidentifikasi kebijakan dan strategi untuk menarik investasi industri hulu migas di kondisi pasar dunia yang sangat kompetitif, mengidentifikasi tantangan, membuat inisiatif untuk mendorong kolaborasi antara investor dan pemangku kepentingan. SKK Migas menargetkan 10.000 peserta dapat tergabung dalam forum ini mulai dari pemerintah selaku pemegang kebijakan, pelaku bisnis hulu migas nasional dan internasional, akademisi, termasuk awak media. “Kami akan mengundang para pihak tersebut untuk berdiskusi dan menghasilkan program nyata yang akan mendukung visi SKK Migas,” ujar Fatar. Fatar menambahkan untuk mewujudkan visi jangka panjang, SKK Migas telah melakukan transformasi hulu migas sejak awal 2020 melalui Rencana Strategis (Renstra) Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0.

Transformasi ini mencakup kegiatan usaha hulu migas keseluruhan, dengan SKK Migas selaku pengelola kegiatan usaha hulu migas yang menjadi penggerak. "Tahun 2020 memiliki tantangan yang sangat berat dengan adanya pandemi Covid 19 dan rendahnya harga minyak. Hal tersebut mengoreksi pencapaian long term plan (LTP) SKK Migas sebesar 2,7 persen. Namun apabila pandemi dapat dikendalikan di 2021, kami optimis LTP akan kembali on track pada 2022 dan 2023,” ujar Fatar.

Related Post

leave a Comment